Kamis, 14 Januari 2010


Bacalah Al-qur’an Setiap Saat

عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى قَال : سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ كَعْبٍ الْقُرَظِيَّ قَال : سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ.
Dari Ayyub bin Musa, ia berkata, aku mendengar Muhammad bin Ka’ab Al-Quradliy berkata, aku pernah mendengar Abdullah bin Mas’ud berkata, Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitabullah (Al-Qur’an), maka ia akan memperoleh satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipat-gandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tapi alif itu satu huruf, laam atu huruf dan miim satu huruf.”

Penjelasan :

Al-Qur’an adalah kalamullah yang merupakan mu’jizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad SAW, yang ditulis di mushaf diriwayatkan secara mutawatir dan membacanya bernilai ibadah. Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir yang diturunkan Allah Azza Wa Jalla ke muka bumi yang sebelumnya pernah diturunkan beberapa kitab suci, seperti Zabur, Taurat dan Injil. Al-Qur’an adalah kitab suci kaum Muslimin yang menjadi pedoman hidup yang menjamin keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Betapa besar pahal yang dijanjikan Allah SWT kepada kaum Muslimin yang senantiasa membaca Al-Qur’an, sebagaimana digambarkan dalam hadits di atas. Sejarah menjadi saksi terhadap keunggulan tiga generasi setelah Nabi SAW. mereka benar-benar sebagai generasi qur’ani, disamping sebagai pionir dakwah dari umat ini, mereka adalah orang-orang pilihan yang senantiasa mengamalkan, menempatkan dan memprioritaskan Al-Qur’an di atas segala-galanya, mereka membaca al-Qur’an siang dan malam, mereka menjadikannya sebagai dzikir pagi dan sore hari. Sebagian mereka ada mampu menamatkan al-Qur’an dalam sehari semalam sebanyak satu kali, dua kali bahkan lebih, subhanallah! Banyak sekali nash yang menjelaskan tentang keagungan dan keistimewaan Al-Qur’an, yang seyogyanya menjadi perhatian dan penghayatan bagi umat manusia, terutama bagi kaum Muslimin sebagai umat yang diamanahi untuk mengamalkan segenap isi atau kandungan yang terdapat di dalamnya.
Dari Abdullah bin Mas’ud, ia mengatakan, Al-Qur’an adalah hidangan Allah SAW yang istimewa, maka pelajarilah ia sekemampuan kalian, rumah yang tidak terdengar padanya bacaan Al-Qur’an adalah rumah yang sepi dari kebaikan, dan hati yang tidak ada padanya bacaan Al-Qur’an sedikitpun bagaikan rumah yang hancur yang tak berpenghuni.

Al-Qur’an dapat memberi syafaat pada hari kiamat :
Dalam sebuah hadits dari Zaed bin Sallam, bahwa ia pernah mendengar Abu Salam berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Umamah Al-Bahili, ia berkata, aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda :
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ ... الحديث".
”Bacalah oleh kalian Al-Qur’an; karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat kepada para pembacanya ..” .
Tidak sedikit dikalangan umat Islam yang buta terhadap hakekat ini, ada sebagian mereka yang hidup tanpa bersinggungan dengan Al-Qur’an, tak terdengar di rumah-rumah mewah mereka lantunan firman-firman Allah, mulut-mulut mereka kering dari bacaan-bacaannya. Yang terdengar di rumah-rumah mereka sekarang hanyalah nyanyian-nyanyian dan musik-musik yang mengundang syahwat. Bacaan Al-Qur’an sudah menjadi barang langka yang susah untuk didengar dan ditemukan.
Sebagian kaum Muslimin tidak menyadari, bahwa Al-Qur’an itu adalah cahaya (nur) yang sanggup menerangi kegelapan hati, sahabat yang sanggup menjadi pelindung dan penolong di saat manusia berada dalam kesulitan, penjamin keselamatan bagi orang-orang yang senantiasa membaca, menghayati dan mengamalkan isinya. Ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat di saat manusia dikumpulkan, di saat matahari sudah didekatkan, di saat manusia menanti keputusan nasib masing-masing, di saat wajah-wajah orang-orang yang inkar dan pendusta agama tertunduk hina. Sungguh Al-Qur’an akan datang sebagai sahabat yang akan memberikan ketentraman kepada jiwa-jiwa yang selalu memperhatikannya dahulu waktu di dunia.

Diantara perniagaan yang menguntungkan :
Allah SWT berfirman,“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri”

Sebaik-baik orang yang belajar Al-Qur’an :
Rasulullah SAW menjelaskan dalam sabdanya, bahwa sebaik-baik orang yang belajar Al-Qur’an adalah yang mengajarkannya kepada orang lain.
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  :خَيْرُ كُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ.
Dari Utsman bin Affan (yang semoga Allaah meridhoinya) berkata : Telah bersabda Rasulullaah : “Sebaik-baik (manusia di antara) kalian adalah ia yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya “

Membaca dan menghafal Al-Qur’an adalah usaha yang tidak sia-sia :
Tidak semua orang mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik, adakalanya sebagian orang membaca Al-Qur’an dengan sulit dan terbata-bata, dan sebagian yang lain membacanya dengan lancar (baik). Allah SWT sangat menghargai usaha seseorang dalam membaca, menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an. Dalam sebuah hadits yang diterima dari Siti Aisyah r.a, Rasulullah SAW bersabda
الَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ اْلكِرَامِ اْلبَرَرَةِ وَالَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآن َوَهُوَ يَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌ لَهُ أَجْرَانِ.
“Orang yang membacameridhoinya, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullaah Al- Qur’an dengan mahir ia bersama malaikat yang mulia sedang orang yang membaca Al- Qur’an dengan terbata-bata karena berat atau susah, maka ia mendapat dua pahala.”

Al-Qur’an adalah barometer kehidupan :
Rasulullah SAW pernah mengingatkan, bahwa banyak manusia yang pernah diangkat kedudukan dan martabatnya lantaran mereka senantiasa berpegang teguh terhadap al-Qur’an, dengan mengamalkan segenap hukum-hukumnya dan menjadikannya sebagai pegangan hidup (minhajul hayat), dan tidak sedikit pula mereka yang dihancurkan lantaran mereka menghinakan hukum-hukum yang terdapat didalamnya. Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ.
“Sesungguhnya Allaah Ta’ala meninggikan atau merendahkan derajat suatu kaum dengan Al Qur’an”

Perumpaman yang membaca dan tidak membaca Al-Qur’an :
عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ , عَنْ النَّبِيِّ قَالَ : مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالْأُتْرُجَّةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ , وَالَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالتَّمْرَةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلَا رِيحَ لَهَا ، وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ طَعْمُهَا مُرٌّ وَلَا رِيحَ لَهَا.
Dari Abu Musa Al Asy’ariy, dari Nabi SAW, beliau telah bersabda : “Perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an seperti buah Utrujah rasanya lezat dan baunya harum. Dan perumpamaan orang yang tidak membaca Al Qur’an seperti Tamrah, rasanya manis namun tidak ada baunya. Sedang perumpamaan orang berdosa yang membaca Al Qur’an seperti Rihanah, baunya harum tetapi rasanya pahit, sedang orang berdosa yang tidak membaca Al Qur’an seperti Handhalah, pahit rasanya dan tidak ada baunya.”

Hasud yang terpuji :
عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا حَسَدَ إِلَّا عَلَى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَقَامَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَرَجُلٌ أَعْطَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يَتَصَدَّقُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
Dari Az-Zuhriy, ia berkata, Salim bin Abdullah pernah menceritakan kepadaku, bahwa Abdullah bin Umar berkata, aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersbda,”Tida ada hasad kecuali terhadap dua hal; yaitu orang yang diberi Allah kefahaman terhadap Al Qur’an dan ia mengamalkannya siang malam dan orang yang diberi oleh Allah harta dan ia bersedekah siang malam”







Tidak ada komentar:

Posting Komentar